Get me outta here!

Wednesday, January 9, 2019

Trik Mencari Kontrakan Untuk Pasangan Baru Menikah

1. Carilah tempat kontrakan yang dibayar perbulan
Kontrakan Terjangkau perbulan umumnya mempermudah kami untuk hunting rumah dengan tenang, bulan ke 7 bila Kami telah memperoleh rumah baru, dengan tenang dirinya dapat meninggalkan tempat kontrakannya. Bila Kami memilih kontrakan dengan bayaran tahunan -yang mungkin diatas kertas lebih terjangkau- tapi sebetulnya dengan cara psikologis ini bakal mendorong Kami lebih lama lagi berburu rumah.

Trik Mencari Kontrakan Untuk Pasangan Baru Menikah

2. Carilah tempat kontrakan fully furnished
Kontrakan Terjangkau yang telah dibekali dengan barang-barang memungkinkan kami lebih tenang dalam mengalokasikan uang yang telah ada. Kami tak lagi dipusingkan membeli spring bed, kulkas, mesin cuci. Serta tak bakal dipusingkan memindahkan barang-barang tersebut ke rumah ‘baru’ kita

3. Carilah lokasi paling baik
Tidak sedikit orang mengalami ‘trauma’ seusai pernikahannya, apalagi bila infrastruktur belum memadai. Kost AC suami istri di Setiabudi dengan anggaran 1 juta perbulan pastinya adalah lokasi paling baik dibandingkan rumah tiga kamar di Bintaro umpama dengan anggaran 11 juta/tahun, bahkan lebih baik dibandingkan rumah petak kosongan di Pedurenan alias Slipi dengan anggaran 1 juta perbulan dilokasi yang bising.

Carilah lokasi terdekat menuju kantor calon istri, biarkan si calon memilih kriteria tempat tinggal idaman yang dirinya inginkan. Biasanya ada perbedaan tutorial berpikir pria serta wanita dalam memilih tempat tinggalnya. Bicarakan dengan baik serta temukan solusi yang paling tepat untuk masing-masing pasangan. Ada kalanya pertimbangannya adalah lingkungan sementara dilokasi lain dapat sehingga privasi

4. Ikut aturan main
Surat perjanjian kontrak rumah, surat izin RT/RW, setoran kebersihan serta hal-hal prosedural lain seputar rumah- hendaknya disesuaikan dengan aturan main setempat. Ada induk semang yang tertib, ada yang cuek, ada yang mengwajibkan tata tertib ini serta itu. Kalau terbukti sang induk tak meminta surat perjanjian, saya kira tak butuh dibuat, tapi kalau terbukti kualitas uangnya besar mungkin butuh dibuat.

Penutup
Mencari rumah mungkin bukanlah tugas yang susah, apalagi dikerjakan berdua -pasangan baru menikah yang punya energi besar- tapi mencari rumah yang paling baik, dapat sehingga tak mudah. Butuh kesabaran untuk hunting berminggu-minggu, butuh kejelian bernegoisasi dengan pihak bank, dengan pemilik rumah, developer, pemerintah, serta seabreg persoalan lain.

Saran saya, jangan hingga perpersoalanan yang ribet ini sehingga trigger untuk membikin suasana rumah tangga sehingga panas, apalagi ini menyangkut uang yang ketidak sedikitan. Rumah mungkin surga kita, tapi surga paling baik pun tidaklah indah kalau penghuninya merasa kepanasan. Rumah terbukti penting tapi keharmonisan rumah tangga adalah segalanya.